Minggu, 20 Mei 2012

Usaha Keripik Singkong Pedas

Keripik singkong merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda bersama rekan dan keluarga.
Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, kini keripik singkong mulai diinovasikan menjadi keripik pedas dengan beberapa tingkatan level. Meskipun trend tersebut belum lama dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya sudah sangat pesat, sehingga banyak produsen keripik singkong mulai beralih jalur dengan menambahkan ekstra pedas pada produk keripik yang diciptakannya.
Sejatinya, produk keripik singkong pedas bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi dalam hal peningkatan level rasa pedas yang ditawarkan, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi pelakunya.
Konsumen
Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Anda bisa menjadikannya sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen.
keeripik singkong merupakan salah satu makanan ringan tradisional yang banyak digemari. apalagi didukung dengan berlimpahnya supplai bahan baku singkong di Indonesia membuat makanan ringan ini bisa dengan mudah kita temui di toko-toko sekitar kita.

Salah satu varian keripik singkong yang banyak dicari orang adalah keripik singkong balado. Keripik singkong balado ini bisa kita beli dengan harga yang murah untuk kripik singkong yang menggunakan bubuk bumbu balado dan dengan harga yang agak mahal untuk kripik singkong yang menggunakan bumbu balado alami. Rasanya yang pedas membuat keripik jenis ini diburu oleh para penggemar makanan pedas.

Berikut ini akan dijelaskan resep dan cara membuat keripik singkong balado :


KRIPIK SINGKONG BALADO



Bahan Keripik Singkong:
  • 500 kg singkong
  • 4 kg kapur sirih, larutkan dalam air secukupnya

Bahan Bumbu Balado:
  • bawang putih
  • cabai merah keriting
  • gula pasir
  • garam
  • Minyak secukupnya untuk menumis.

Cara Membuat Keripik Singkong Balado :
  • Kupas singkong dan cuci bersih
  • Iris tipis singkong dengan menggunakan alat pengiris
  • Rendam dalam air yang berisi garam dan sedikit air kapur. Angkat dan bersihkan
  • Rendam kembali dalam air
  • Goreng irisan singkong tersebut dengan menggunakan minyak yang banyak dan api yang sedang.
  • Goreng sampai matang. Angkat dan tiriskan

Cara Membuat Bumbu Balado:
  • Kupas cabai merah, keluarkan bijinya
  • Haluskan bawang putih dan cabai merah
  • Tumis bawang putih dan cabai merah yang sudah dihaluskan tadi sampai harum dan sedikit mengering
  • masukkan gula dan garam. Aduk terus sampai rata.

Penyelesaian dalam membuat Keripik Singkong Balado:
  • Setelah semua bumbu tercampur rata dan gula sudah mencair, angkat wajan dari atas api
  • Dalam kondisi hangat, masukkan keripik singkong  dan aduk sampai semua bumbu  balado tercampur dengan baik dan menempel di keripik singkong.
  • Biarkan sampai kering dan tidak lengket
  • Setelah dingin, kerpik singkong balado siap dikemas kemudian.



a.       Peralatan yang digunakan untuk produksi
No
Jenis Alat
Jumlah (Unit)
Harga (Rp/unit)
Usia Usaha (th)
Ket
1
penggorengan
2
50.000
5

2
Pisau
10
10.000
5

3
Kompor gas
1
200.000
5

4
Sarung tangan
2
5.000
1

5
Plastik
20
5.000
-

b.            Bahan baku  yang di gunakan untuk menghasilkan produksi usaha anda dalam sekali proses produksi

No
Nama bahan baku
Jumlah
Harga (Rp)
1
Singkong
500kg
2000/kg
2
3
4
5
6
Kapur sirih
cabai
bawang
gula
garam
4kg
30 kg
10kg
20kg
10kg

20000/liter
20.000?kg
15.000/kg
10.000/kg
5000/kg
c.             Jumlah produksi rata-rata satu kali proses produksi : 1000 bks
d.            Proses produksi dilakukan dalam satu bulan sebanyak : 4 kali
e.             Jumlah total produksi rata-rata setiap bulannya : 4000 bks
f.             Jumlah produksi menghasilkan secara terus menerus (kontinyu) rata-rata perbulannya : Ya
g.            Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usaha
No
Jumlah tenaga kerja
TKDK
TKLK
Pria
Wanita
Pria
Wanita

3 HKP
-
4 HKP
2 HKP
                            KET:
                                    TKDK : Tenaga kerja dalam keluarga
                                    TKLK : Tenaga kerja luar keluarga
                                                Berapa upah tenaga kerja :
Ø  Pria         : Rp. 30.000/ HKP
Ø  Wanita    : Rp. 30.000/HKP
Ø  Anak       : -
Ø  Jam kerja : 4-6 jam/hari
h.      Pembayaran upah tenaga kerja dilakukan: Setelah setiap pekerjaan selesai dilakukan
i.        Harga hasil produksi
No
Satuan
Harga
1
Perbuah
Rp. 10000

j.         Rata-rata keuntungan bersih bapak/ibu perbulan : Rp 20.000.000 dimana satu kali produksi keuntungannya adalah Rp 4.000.000
k.      Keuntungan dari hasil produksi tersebut bisa untuk pengembangan    usahatani selanjutnya karena dari keuntungan yang diperoleh setelah dapat mencukupi kebutuhan hidup masih ada uang yang tersisa yang dapat digunakan untuk pengembangan usahatani selanjutnya.



2.2 Analisis Usahatani

Diketahui :
Jumlah singkong         =  500 kg
TKLK
·         Pengolahan singkong  : 4 pria 2 hari 4 jam
TKDK
·         pemotongan    : 2 pria 2 hari 3 jam
                        : 4 wanita 3 hari 3 jam
·         menggoreng    : 3 wanita 2 hari 4 jam
·         Pembungkusan: 5 wanita 3 hari 5 jam
Jumlah Produksi ( Y ) = 1000 bks
Harga Produk (Py)      = Rp 10.000

1.      Biaya Variabel ( VC )

Jumlah
@ (Rp)
Total (Rp)
Singkong
500kg
2000
1.000.000
TKLK
4 HKP
35.000
140.000
Cabai
Bawang
Gula
Garam
Minyak
Plastik
30kg
10kg
20kg
10kg
100kg
10kg
20.000
15.000
10.000
5.000
10.000
20.000
600.000
150.000
200.000
50.000
1.000.000
200.000
Total VC
3.340.000

2.      Biaya Tetap ( FC )
Nama Alat
Jumlah
@ (Rp)
Umur Ekonomis
Total (Rp) setelah Penyusutan per tahun
Kompor gas
2 buah
200.000
5
400.000
Penggorengan
2 buah
50.000
5
100.000
Sarung tangan
2 buah
5.000
1
10.000
Pisau
10 buah
10.000
4
100.000
TKDK
4 HKP
35.000
-
140.000
Total FC

750.000



3.      Total Biaya ( TC )
            TC = VC + FC
                 = Rp 3.340.000 + Rp 750.000
                 = Rp 4.190.000
4.      Biaya Rata-rata Variabel ( AVC )
             =  = Rp 3.490

5.      Biaya Rata-rata Tetap ( AFC)
              AFC =  = Rp. 750
6.      Biaya Total Rata-rata
              ATC = AVC + AFC
                    = Rp 3490 + Rp  
= Rp 4240
7.      Penerimaan Kotor ( TR )
TR = Y x Py
= 1000 x Rp 10.000
= Rp. 10.000.000


8.      Keuntungan/Pendapatan Bersih ( ∏)
∏ = TR – TC
= Rp. 10.000.000 - Rp 3.490.000
= Rp. 6.510.000
9.      Pendapatan Kerja Keluarga (PKK)
PKK = ∏ + FC
= Rp. 6.510.000 + Rp 750.000
= Rp. 7.260.000
1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar